Event Countdown
Siapa sangka cinta bermula di tengah riuhnya acara PHBN? Saat itu Davik menjadi salah satu pemain di tim, berjuang di lapangan dan Vidia hadir sebagai pencari pemain dan suporter tim, memberi semangat dari pinggir lapangan, bersorak dukungan dan menemani sampai pertandingan selesai. Hingga obrolan setelah pertandingan pada 25 Juli 2025.
Di tengah kedekatan, kita dihadapkan pada hasil perhitungan yang menurut kita kurang sesuai. Kita pun memutuskan untuk jeda, merenung, dan memberi jarak dari Agustus hingga Desember.
Namun hati tidak bisa dibohongi, seperti kata pepatah laki-laki mengusahan perempuan memberikan penilaian. Setelah berkonsultasi dengan orang tua, sesepuh, dan berbagai pihak, kami mendapat pencerahan bahwa kebahagiaan rumah tangga tidak ditentukan oleh hitungan, melainkan oleh komitmen, cinta, usaha, dan doa. Dari keyakinan itulah kita memilih untuk menyambung kembali, lebih kuat dari sebelumnya.
Dengan restu keluarga dan niat yang sudah bulat, pada 24 Maret 2026, Davik datang untuk melamar. Dari suporter dan pemain, kini kita resmi menjadi pasangan yang akan melangkah ke jenjang yang lebih serius. Janji menemani sampai selesai itu kami buktikan.
Dua bulan sebelum hari bahagia, Vidia harus menjalani operasi usus buntu. Itu menjadi titik terendah secara fisik dan mental. Rasa sakit, pemulihan, dan rasa down sempat menjadikan kebimbangan.
Di masa itu, Davik tidak pernah pergi. Menemani di rumah sakit, menguatkan saat mental jatuh, dan meyakinkan bahwa cinta bukan hanya soal hari bahagia, tapi soal tetap bertahan di hari yang tidak mudah.
Dari situlah kami belajar, ujian ini justru menguatkan keyakinan untuk tetap melangkah.
Dan akhirnya, pada 24 Oktober 2026, kami membuktikan bahwa cinta yang diuji justru semakin kuat. Dari lapangan PHBN, melewati jeda, lamaran, hingga operasi — kami tetap memilih untuk bersama. Jika dulu janji menemani sampai pertandingan selesai, kini kami berjanji untuk menemani sampai akhir hayat selesai.Dari sorak suporter menjadi janji suci sehidup semesta, janji menemani.
“Berawal dari lapangan, disatukan oleh keyakinan. kita sudah sejalan percaya kepada takdirNya.”
Berikan Doa / Ucapan Terbaik Anda Kepada Kedua Mempelai