Tidak semua awal perlu di ceritakan panjang, karena yang bertahan akan selalu menemukan jalannya.
Kami percaya, tidak ada pertemuan yang benar-benar kebetulan.
Perjalanan kami tidak selalu dihiasi tawa. Ada air mata yang jatuh diam-diam, ada ego yang harus dipatahkan, dan ada luka yang mengajarkan arti bertahan.
Melalui momen lamaran, kami memantapkan langkah untuk saling memiliki. Ini adalah keputusan sadar untuk mengikat janji, memberikan sisa waktu kami hanya untuk satu nama di hari ini dan selamanya.
Kini, dengan niat yang sama dan doa yang menyertai, kami memilih untuk menyempurnakan perjalanan ini dalam ikatan suci pernikahan 🤍
Sebagai awal baru untuk berbagi hidup, tumbuh, dan menua bersama.