The Wedding of
Jumi & Rio
Jum'at, 25 Desember 2026
J
R
"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
Ar- Rum 21
Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Resepsi Pernikahan kami.
The Bride
Jumiatun, S.Kep
putri ke-1
dari
Bapak Junaidi
Dan Ibu Sriyati
The Groom
Praka Rio Kuntoro, Amd.Kep
putra ke-2
dari
Bapak Jasmo Dan Ibu Sri Marwati
Wedding Event
Akad Nikah
Jum'at, 25 Desember 2026
Pukul: 08.00 WIB
Bertempat di
rumah mempelai putri
Kedungmutih RT 01 RW 03 Kec. Wedung, kab. Demak
Resepsi
Jum'at, 25 Desember 2026
Pukul: 13.00 WIB
Bertempat di
rumah mempelai putri
Kedungmutih RT 01 RW 03 Kec. Wedung, kab. Demak
“Dari Jawa ke Sumatra, dari jarak menjadi cerita, dan dari sebuah pertemuan menjadi janji untuk selamanya.”
2020
Sebuah Pertemuan
Semua bermula di tahun 2020.
Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa sebuah pertemuan sederhana akan membawa kami pada perjalanan sejauh ini.
Saat pertama kali bertemu, kami hanyalah dua orang yang belum tahu akan menjadi apa satu sama lain di kemudian hari.
Tidak ada yang menyangka bahwa pertemuan itu akan menjadi awal dari sebuah cerita panjang—cerita tentang cinta, jarak, rindu, perjuangan, dan kesetiaan.
Hari demi hari kami mulai mengenal satu sama lain. Dari percakapan sederhana, berbagi cerita, hingga akhirnya tumbuh rasa yang perlahan menjadi sesuatu yang berarti.
Ketika Jarak Menjadi Bagian dari Cerita
Perjalanan kami tidak selalu berada di tempat yang sama.
Ada jarak yang membentang jauh di antara kami.
Jawa dan Sumatra.
Kami menjalani hubungan dengan jarak yang tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika ingin bertemu, tetapi keadaan membuat kami hanya bisa saling menatap lewat layar.
Ada rindu yang hanya bisa disampaikan lewat pesan.
Ada malam-malam ketika kami hanya bisa saling menemani melalui telepon.
Dan ada banyak momen ketika satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah percaya bahwa sejauh apa pun jaraknya, hati kami tetap memilih tempat yang sama.
LDR mengajarkan kami bahwa cinta bukan hanya tentang seberapa sering bertemu.
Tetapi tentang bagaimana tetap menjaga satu sama lain meskipun tidak selalu bisa berada di sisi masing-masing.
Menjaga Cinta di Tengah Jarak
Selama menjalani hubungan, tentu tidak semua hari terasa mudah.
Ada kesibukan.
Ada perbedaan waktu dan keadaan.
Ada rasa lelah.
Ada rindu yang terkadang begitu besar.
Bahkan ada saat-saat ketika kami bertanya, “Sampai kapan harus menjalani hubungan sejauh ini?”
Namun setiap kali pertanyaan itu muncul, selalu ada alasan untuk tetap bertahan.
Karena kami sadar, hubungan ini bukan dibangun hanya dari pertemuan dan kebahagiaan.
Ia dibangun dari kepercayaan, kesabaran, komunikasi, dan kemauan untuk terus memilih satu sama lain.
Sedikit demi sedikit, kami belajar bahwa jarak bukanlah alasan untuk menyerah.
Jarak justru mengajarkan kami arti menghargai sebuah pertemuan.
Dua Pulau, Satu Tujuan
Jawa dan Sumatra mungkin dipisahkan oleh lautan.
Tetapi perjalanan kami mengajarkan bahwa jarak sejauh apa pun tidak akan terasa terlalu jauh ketika dua orang memiliki tujuan yang sama.
Kami menunggu.
Kami berusaha.
Kami saling menguatkan.
Dan setiap pertemuan selalu terasa begitu berharga karena kami tahu, di balik setiap pertemuan itu ada begitu banyak rindu yang akhirnya terbayarkan.
Waktu terus berjalan.
Tahun berganti tahun.
Dan tanpa terasa, hubungan yang dimulai pada tahun 2020 telah membawa kami sampai di tahun 2026.
2026
Akhir dari Jarak, Awal dari Selamanya
Kini kami tidak lagi ingin menghitung berapa kilometer jarak antara Jawa dan Sumatra.
Karena kami percaya, perjalanan panjang itu tidak pernah sia-sia.
Semua rindu yang pernah kami rasakan.
Semua pertemuan yang harus dinantikan.
Semua perjalanan yang pernah ditempuh.
Semua air mata, tawa, kesalahpahaman, dan perjuangan yang kami lewati bersama—
semuanya membawa kami pada satu keputusan
Untuk berhenti berjalan sendiri-sendiri dan mulai berjalan dalam satu arah.
Dari dua pulau, menuju satu rumah.
Dari dua kehidupan, menjadi satu keluarga.
Dari sebuah pertemuan di tahun 2020, menuju sebuah janji pada 25 Desember 2026.
OUR FOREVER
Kami tidak tahu seperti apa perjalanan setelah hari pernikahan nanti.
Mungkin akan ada hari yang mudah.
Mungkin juga ada hari yang penuh ujian.
Tetapi setelah semua yang kami lalui, kami tahu satu hal:
Kami ingin tetap menjadi dua orang yang saling memilih, bahkan ketika keadaan tidak selalu mudah.
Karena kisah kami bukan tentang cinta yang selalu dekat.
Kisah kami adalah tentang cinta yang pernah dipisahkan jarak, tetapi tidak pernah berhenti menemukan jalan untuk pulang.
Jawa mempertemukan kami dengan sebuah cerita.
Sumatra mengajarkan kami arti menunggu.
Jarak mengajarkan kami arti percaya.
Dan waktu membawa kami sampai pada hari ini.
Dulu kami hanya dua orang yang dipertemukan pada tahun 2020.
Sekarang kami adalah dua hati yang memilih untuk menghabiskan sisa perjalanan hidup bersama.
Praka Rio Kuntoro, Amd.Kep & Jumiatun, S.Kep
25 Desember 2026
“Sejauh apa pun jaraknya, jika memang untuk satu sama lain, pada akhirnya cinta akan menemukan jalan untuk pulang.” 🤍
Our Gift
Jumi & Rio
Terima Kasih
Jumi & Rio
Jum'at, 25 Desember 2026