Ya kota ini tempat pertama kami bertemu. dan tepat pada 7 Juli tak di duga hari propose itu terjadi, Pantai Trenggole gunung kidul menjadi saksi dimana kami memutuskan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yg lebih serius. Terlalu panjang jika harus diceritakan dari awal, cinta kami semakin hari makin bertumbuh bukan hanya cinta saja tapi kami saling belajar dan memahami satu sama lain, bukan tentang bagaimana semua di mulai, melainkan tentang bagaimana kami BERTAHAN.
Kami hanyalah dua insan biasa, yang di takdirkan untuk saling menggenggam, bersama melewati satu-persatu badai, menikmati pelangi, hingga bisa sampai di titik ini.
Ribuan tangis, jutaan tawa, menjadi saksi bagaimana kata “yakin” terus kami ucapkan untuk menguatkan hati yang sempat rapuh.
Bukan sekadar janji yang terucap, tapi langkah dan pembuktian terus bergerak, bukan hanya kata indah, namun pengorbanan yang nyata.
Hingga pada hari itu, hari yang penuh haru. Kami mempertemukan “dua keluarga” untuk menyatukan doa-doa dalam satu restu, serta ridho dari kedua orang tua kami.
Untuk sampai di titik dan di hari ini tiba,
tidak selalu mudah, tidak selalu setenang apa yang kalian lihat. Namun kami berdua percaya bahwa Allah Swt tak pernah salah menuliskan takdir.
Dengan segala harap, doa, dan pasrah, kami menanti hari dimana sebuah janji suci akan terucap, mengikat dua jiwa dalam satu arah.
Akan tiba di hari itu, hari dimana kami akan memulai perjalanan baru sebagai “kita”
Doakan agar langkah kami berdua selalu di dekatkan hal baik, cinta kasih, serta menjadi keluarga yang SAMAWA penuh keberkahan, aamiin allahumma aamiin.