Event Countdown
Setiap pertemuan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir atau skenario Tuhan yang sudah di tetapkan. Tahun 2015 awal yang tidak di sengaja, kami bertemu di rumah Almh mak tia, yang merupakan adik kangdung ibuku, ternyata almh mak tia merupakan orang tua angkat abang yang baru aku ketahui saat itu.
Tahun 2018 memutuskan untuk menjalin hubungan LDR (Long Distance Relationship) abang di Riau, aku di Medan.
6 tahun berjalan, waktu demi waktu kami banyak belajar tentang arti cinta, tentang menerima, memahami, kepercayaan dan tumbuh bersama.
Proses pendewasaan sering kali menuntut ruang. Mei 2025 benturan ego membuat kami sepakat untuk melepaskan genggaman tangan dan memilih jalan masih masing. 4 bulan berpisah, takdir ternyata hanya memberi kami jeda, bukan titik akhir. September 2025 abang kembali dengan versi yang lebih matang, membawa bukti, bukan hanya sekedar janji. sampai akhirnya kami mantap membawa komitmen ini, menyempurnakannya dalam ikatan suci pernikahan.
Hubungan yang langgeng itu akan terus saling menyakiti, butuh banyak memaafkan dan saling meminta maaf.
Semua ujian dan perpisahan di masa lalu ternyata adalah cara untuk menguatkan kami. Hari ini bukanlah sebuah akhir. Melainkan garis awal yang baru. Sebuah janji suci untuk terus saling menuntun, memahami, menjadi tempat berteduh setiap hari dan menua bersama.
Berikan Doa / Ucapan Terbaik Anda Kepada Kedua Mempelai