Barangkali benar, semua ini bukan hanya tentang pertemuan yang terjadi secara kebetulan, melainkan juga cara kerja takdir yang turut menyatukan. Sebuah perjalanan yang dimulai dari dua langkah yang berbeda, kini bertemu dalam satu pelabuhan.
Perjalanan yang tidak selalu mudah, menjadi saksi bahwa kami tumbuh bersama. Pada hari-hari dimana salah satu dari kami merasa hanya punya separuh, maka yang lain penuhi sisanya. Saling beriringan melewati taufan yang menolak untuk dihindari, sampai merayakan gemas pelangi setelahnya.
“Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku.” –Umar bin Khattab.
Dengan penuh rasa syukur, hati meyakini bahwa semua ini bukanlah akhir. Tangan kami bertaut untuk mengarungi permulaan magis ini. Bersama, kami pupuk dan sirami impian-impian kecil kami dengan doa. Dan semoga semesta datangkan musim semi yang subur, biar mekar jadi bunga hal-hal baik.
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin memberikan tanda kasih untuk kami, dapat melalui:
Berikan Doa / Ucapan Terbaik Anda Kepada Kedua Mempelai