"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."
Ar- Rum 21
Bride
The
Yeni Ariska Wulandari, S.Psi
Putri pertama Dari Bapak Muhammad Sodiq
& Ibu Suris Dwiyarti
Riswanda Ermawan, S.Tr.T
Putra Ketiga Dari Bapak H. Suparman
& Ibu Hj. Erwin Purwanti, S.Pd
Kita tidak memulai dengan cerita yang indah. Bahkan di awal kami hanyalah dua manusia asing yang berjalan di arah masing-masing, tanpa pernah menyangka bahwa akan dipertemukan dalam takdir yang sama.
Waktu yang mempertemukan kami dalam keadaan yang tidak sempurna. Ada luka yang belum sepenuhnya sembuh, ada cerita lama yang tersisa, namun justru disitulah kami belajar bahwa Allah tidak mempertemukan kita tanpa alasan apapun.
Kami pernah saling menjauh, bukan karena hilang rasa, tapi karena ingin memperbaiki diri, menata hati dan memastikan bahwa apa yang kami jalanin bukan sekedar keinginan melainkan kesiapan. Hingga pada akhirnya Allah kembali mendekatkan kami dengan cara yang lebih tenang, lebih dewasa dan lebih pasti.
Kami pun memahami, bahwa cinta yang baik bukan yang tergesa-gesa melainkan yang dipersiapkan dengan kesungguhan dan bukan hanya tentang bersama, tapi tentang bagaimana saling membawa menuju kebaikan dan ridha-nya.
Hari ini kami memilih untuk melangkah dengan niat yang lebih serius, mengikat bukan hanya perasaan tetapi juga tanggung jawab dalam sebuah janji suci pernikahan. Semoga langkah ini menjadi awal ibadah panjang yang tidak hanya menyatukan kami di dunia, tetapi juga kelak di akhirat dalam ridha Allah SWT.
Awal Pertemuan
Takdir yang membawa kami di tahap membahagiakan ini dimulai dari seorang teman yang memperkenalkan kami berdua. Kemudian, setelah sesi perkenalan yang terbilang singkat. Kami melanjutkan komunikasi melalui media sosial. Saling berkirim pesan melalui direct message setiap hari.
Menjalin Hubungan
Tidak ada yang menyangka bahwa sebuah pertemuan singkat menjadi awal dari segalanya. Namun dari sana, percakapan kecil berubah menjadi rasa nyaman yang diam-diam tumbuh di hati.
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.