Event Countdown
Pada awalnya, kami adalah dua orang asing yang berjalan dijalan masing-masing, tak saling sapa, hingga semesta dengan caranya yang indah mempertemukan kami di satu titik yang sama.
Percakapan sederhana menjadi tawa yang panjang, tawa yang panjang menjadi nyaman yang menetap, dan nyaman itu pelan-pelan berubah menjadi cinta yang tak kami rencanakan.
Kami belajar bahwa cinta bukan tentang seberapa cepat ia datang, tapi tentang seberapa yakin ia tinggal.
Banyak dinamika, banyak polemik, banyak hal-hal yang bahkan membuat kami saling ragu sepanjang perjalanannya. Namun keteguhan hati dan besarnya perasaan diantara kami, sehingga badai gelap yang menyelimuti hubungan kami pun berhasil kami lalui.
Dan kini, setelah melalui waktu, doa, dan restu, kami yakin bahwa pertemuan ini bukan kebetulan, ini adalah jawaban dari doa-doa yang kami langitkan.
Dengan memohon ridho Allah SWT. Kami memutuskan untuk menyempurnakan separuh agama dan melangkah bersama dalan satu tujuan : ibadah terpanjang, yaitu pernikahan.
Terimakasih kekasihku, terimakasih engkau telah memilihku, telah bertahan sampai sejauh ini. Ingat, bahwa apa yang sudah kita lalui adalah perjalanan yang tidak terlalu mudah, maka ingatlah selalu perjuangan itu ketika emosi diantara kita saling meluap.
Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun waj’alna lil-muttaqina imama.”
(Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.) QS. Al-Furqon ayat 74
Berikan Doa / Ucapan Terbaik Anda Kepada Kedua Mempelai