" Happy marriages begin when we marry the ones we love, and they blossom when we love the ones we marry "
''Ar-Rum 21"
"Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir"
Bride & Groom
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, serta dengan memohon Ridho-Nya kami bermaksud mengadakan acara pernikahan kami :
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Namun jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.
“Barangkali, beberapa manusia tidak datang untuk sekadar singgah. Mereka datang dengan cara yang begitu sederhana, sampai kita baru menyadari artinya ketika waktu sempat mengambil mereka dari kehidupan kita.”
Pada 2019, kami hanya mengenal satu sama lain sebagai adek dan kakak. Bertukar cerita, bertemu, pergi bersama, dan perlahan menjadi bagian dari keseharian tanpa pernah tahu bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil itu sedang merakit dirinya menjadi sebuah cerita. Dia datang membawa perhatiannya, sementara saya menerimanya seperti matahari pagi: hangat, menyenangkan, dan terasa biasa, sampai akhirnya saya tahu bahwa sesuatu yang selalu ada pun bisa terasa sangat kehilangan ketika cahaya itu pergi.
Ketika Hati Mulai Mengerti
Dia mengejar saya dengan segala cara yang ia punya, sementara saya terus menolak karena mengira menjadi teman saja sudah cukup. Hingga ia berhenti dan memilih berjalan bersama orang lain. Kehilangan rupanya tidak selalu datang dengan suara; terkadang ia hanya meninggalkan ruang kosong di tempat yang sebelumnya terasa biasa. Dari sana saya baru memahami bahwa ada seseorang yang selama ini telah menjadi tempat bagi begitu banyak cerita, lalu untuk pertama kalinya saya yang berjalan mengejarnya. Setelah perjalanan panjang sejak 2019, pada 28 Juni 2020, kami akhirnya memberi nama pada sesuatu yang selama ini tumbuh diam-diam dan memilih untuk berjalan bersama.
Tentang Bertahan
Kami belajar bahwa cinta tidak selalu datang dengan hari-hari yang mudah. Ada tawa dan bahagia, tetapi ada pula ego, pertengkaran, jarak, dan masa ketika kata menyerah terasa lebih dekat daripada bertahan. Kami masih terlalu muda untuk memahami bahwa menjaga seseorang juga berarti belajar membenahi diri sendiri. Hingga penghujung November 2024, kami akhirnya berpisah dan mencoba berjalan dengan kehidupan masing-masing. Kami bahkan mencoba mengenal hati yang lain, tetapi ternyata hati bukan halaman kosong yang dapat diganti begitu saja setelah sebuah cerita selesai ditulis.
Kembali pada Nama yang Sama
Februari 2025 membawa kami kembali kepada percakapan yang sempat terhenti. Dari cerita-cerita sederhana, kami menemukan kembali kenyamanan yang ternyata tidak pernah benar-benar pergi. Kami saling memaafkan dan memilih mengusahakan kembali apa yang pernah hampir hilang. Di perjalanan kedua itu, saya semakin mengerti bahwa dia bukan hanya seseorang yang saya cintai, tetapi seseorang yang mempermudah hidup saya dan selalu mengusahakan saya dalam segala hal—mencari jalan ketika saya kesulitan, ikut memikirkan ketika sesuatu terasa berat, dan hadir ketika saya membutuhkan tempat untuk meletakkan segala hal yang tidak sanggup saya bawa seorang diri.
Takdir yang Kami Pilih
Pada 7 Januari 2026, dengan restu orang tua, kami memilih melangkah ke tahap yang lebih serius. Kami tidak datang sebagai dua manusia tanpa cela; kami sudah mengetahui baik dan buruk masing-masing, pernah saling mengecewakan, kehilangan, bahkan mencoba hidup tanpa satu sama lain. Setelah lamaran, kami mulai menyusun kehidupan dari apa yang kami punya. bekerja, mengumpulkan bekal sedikit demi sedikit, dan menyiapkan masa depan dengan kemampuan kami sendiri. Kami ingin belajar memikul kehidupan yang sebentar lagi menjadi tanggung jawab bersama, tanpa menyerahkan seluruh beratnya kepada orang tua. Sebab cinta bagi kami, bukan hanya tentang rasa yang tumbuh, tetapi tentang dua manusia yang bersedia mengusahakan kehidupan yang ingin mereka bangun bersama.
Menuju Hari yang Kami Pilih
Kini perjalanan itu membawa kami pada langkah yang paling kami nantikan. Dengan niat dan doa restu, serta keyakinan, kami memutuskan untuk mengikat janji suci pernikahan pada 19 September 2026.
Kami akhirnya percaya bahwa mungkin sejak awal Tuhan tidak sedang mempertemukan kami untuk sekedar singgah. Kami sedang diajarkan bagaimana caranya untuk tetap tinggal.
Semoga langkah ini menjadi awal ibadah panjang, yang tidak hanya menyatukan kami didunia, tetapi kelak juga diakhirat dalam ridha Allah Swt.
Join With Us
Berikan Doa / Ucapan Terbaik Anda Kepada Kedua Mempelai
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami sekeluarga apabila Bapak/Ibu/Saudara/I berkenan hadir untuk memeriahkan acara pernikahan kami, Terimakasih