Minggu, 1 November 2026
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran) -Nya adalah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya."
(Ar-Ruum ayat 21)
Tahun 2020 menjadi awal cerita baru. Beni memberanikan diri datang menemui orang tua Ara untuk menyampaikan niat baiknya. Namun, saat itu orang tua berpesan agar fokus terlebih dahulu pada pendidikan dan belum mengizinkan untuk menjalin hubungan.
Sejak saat itu, komunikasi kami hadir lalu menghilang, kembali terjalin lalu terputus lagi. Selama bertahun-tahun, kami menjalani kehidupan masing-masing dengan berbagai pengalaman, pelajaran, dan ujian yang membentuk pribadi kami. Hingga pada bulan Agustus 2024, setelah Ara menyelesaikan kuliah dan wisuda, sosok yang pernah hadir itu datang kembali, menemui Ara dan keluarganya dengan niat yang tetap sama. Berselang sekitar satu bulan, Beni kembali datang untuk meminta izin melamar. Namun, sekali lagi orang tua belum memberikan restu karena Ara masih akan melanjutkan studi. Meski demikian, niat baik tidak berhenti di sana. Atas izin Allah, pada momen Idulfitri tahun 2025, Beni datang kembali bersama kedua orang tua serta perwakilan keluarga untuk mengkhitbah Ara secara resmi.
Perjalanan itu ternyata tidak mudah. Banyak kerikil yang menemani langkah kami, baik dari dalam diri maupun dari keadaan di sekitar kami. Berbagai ujian datang silih berganti, tentang pribadi, keluarga, maupun perjalanan kami sendiri. Namun, setiap ujian justru menjadi penguat. Sedikit demi sedikit, kami belajar untuk tetap bertahan, saling menguatkan, dan percaya bahwa Allah sedang menyiapkan waktu terbaik.
Setelah perjalanan yang panjang, penuh penantian dan pengorbanan, akhirnya Allah memudahkan langkah kami. Pada tanggal 27 Mei 2026, ditetapkanlah hari untuk melaksanakan akad nikah sebagai awal babak baru perjuangan kami bersama.
InsyaAllah, pada Jumat, 30 Oktober 2026, dua perjalanan yang selama ini berjalan sendiri akan dipersatukan dalam satu ikatan suci.
Jika mengingat kembali, rasanya begitu indah bagaimana Allah menyusun cerita ini. Kami yang dahulu hanya teman sekelas, pernah menjadi saingan dalam akademik, dan sering dijadikan bahan candaan oleh teman-teman, ternyata dipertemukan kembali pada waktu yang telah Allah tetapkan.
Perjalanan ini mungkin terlihat singkat ketika diceritakan, tetapi sesungguhnya dipenuhi penantian, perjuangan, air mata, doa, dan pengorbanan. Kami percaya bahwa tidak ada waktu yang terlalu cepat ataupun terlalu lambat dalam ketetapan-Nya. Sebab pada akhirnya, yang Allah takdirkan akan menemukan jalannya sendiri.
Wedding Gift
Wishes